Marah Yang Berlebihan
Kita seringkali menyamakan
antara mendidik dengan memarahi. Perlu untuk selalu diingat, memarahi adalah
salah satu cara mendidik yang paling buruk. Pada saat memarahi anak, kita tidak
sedang mendidik mereka, melainkan melampiaskan tumpukan kekesalan kita karena
kita tidak bisa mengatasi masalah dengan baik. Marah juga seringkali hanya
berupa upaya untuk melemparkan kesalahan pada pihak lain [dan biasanya yang
lebih lemah, kalo ama yang lebih kuat ya takut].
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jangan pernah bicara pada
saat marah! Jadi tahanlah dengan cara yang nyaman untuk kita lakukan seperti
masuk kamar mandi atau pergi menghindar sehingga amarah mereda. Yang perlu
dilakukan adalah bicara “tegas” bukan bicara “keras”. Bicara yang tegas adalah
dengan nada yang datar, dengan serius dan menatap wajah serta matanya dalam
dalam. Bicara tegas adalah bicara pada saat pikiran kita rasional, sedangkan
bicara keras adalah pada saat pikiran kita dikuasai emosi.Beritahukan pada anak
bahwa yang barusan dia lakukan itu adalah salah dan yang betul adalah ....
Satu
contoh lagi yang kurang baik, pada saat marah biasanya kita emosi dan
mengucapkan/melakukan hal hal yang kelak kita sesali, setelah ini terjadi,
biasanya kita akan menyesal dan berusaha memperbaikinya dengan memberikan
dispensasi atau membolehkan hal hal yang sebelumnya kita larang. Bila hal ini
berlangsung berulang kali, maka anak kita akan selalu berusaha memancing amarah
kita, yang ujung ujungnya si anak menikmati hasilnya. Anak yang sering dimarahi
cenderung tidak jadi lebih baik kok.
Marah Yang Berlebihan
Kita seringkali menyamakan
antara mendidik dengan memarahi. Perlu untuk selalu diingat, memarahi adalah
salah satu cara mendidik yang paling buruk. Pada saat memarahi anak, kita tidak
sedang mendidik mereka, melainkan melampiaskan tumpukan kekesalan kita karena
kita tidak bisa mengatasi masalah dengan baik. Marah juga seringkali hanya
berupa upaya untuk melemparkan kesalahan pada pihak lain [dan biasanya yang
lebih lemah, kalo ama yang lebih kuat ya takut].
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jangan pernah bicara pada
saat marah! Jadi tahanlah dengan cara yang nyaman untuk kita lakukan seperti
masuk kamar mandi atau pergi menghindar sehingga amarah mereda. Yang perlu
dilakukan adalah bicara “tegas” bukan bicara “keras”. Bicara yang tegas adalah
dengan nada yang datar, dengan serius dan menatap wajah serta matanya dalam
dalam. Bicara tegas adalah bicara pada saat pikiran kita rasional, sedangkan
bicara keras adalah pada saat pikiran kita dikuasai emosi.Beritahukan pada anak
bahwa yang barusan dia lakukan itu adalah salah dan yang betul adalah ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar